Mar 29, 2014

Tekanan

Tension .. Bahasa sopannya Tekanan

Tekanan ape entah . tak akhowat langsung :'( tetapi memang manusia diciptakan lemah .

وخلق الانسان ضعيفا

" kerana manusia diciptakan (bersifat) lemah " 4:28

tension bila kita punya banyak kerja dan satu kerja pon tak jalan
tension bila kita tak faham pon apa kita belajar
tension bila kita belajar ber jam jam tetapi satu apa tak masok
tension bila kita terlalu rindu kan manusia
tension bila kita takutkan sesuatu keputusan
tension bila kita tak tahu nak buat apa dalam satu situation
tension bila kita terlalu kene banyak berfikir
tension bila kita tahu kita dah terlepas cakap
tension bila kita buat salah
tension bila hati kita sakit dan pedih
tension bila kita tak nak orang lain tahu keadaan kita
tension bila hati kita tak terbuka time tu
tension bila sensitif sangat dan rasa nak marah
tension bila kita tak boleh buat sesuatu yg kita suka

dia punya satu perasaan yg terkurung dalam jiwa . yg kita tak tahu apa itu 

astaghfirullah astaghfirullah astaghfirullah

Individu Muslim itu kuat kerana Allah . Dia sentiasa sabar dalam semua keadaan kerana sabar itu tak punya boarder seperti awan yang boarderless . Dia sentiasa mencari cari hammasah nya saat dia tahu dia sedang lemah . Sesuatu yang boleh menaikkan kembali hammasah hingga dia mampu menjadi Harridel Mukminiin . Yang bukan hanya duduk diam melayan perasaan termenung di luar tingkap bilik seperti orang putus cinta .

.................................................................................................................

suka sangat nasyeed ni :) Fikrah masih lagi belum mampu dikeluarkan .


Mar 23, 2014

Tak Perlu

tak perlu bercakap panjang

tak perlu membebel tak tentu arah

tak perlu ikut emosi

tak perlu marah marah

tak perlu tinggikan suara

tak perlu menimbulkan persoalan yang banyak

tak perlu menyebutkan perkataan 'tapi'

tak perlu untuk rasa perasaan yang tak patut itu

tak perlu merungut tak mampu

tak perlu bagi ruang kepada alasan untuk berbicara

akan tetapi kita hanyalah manusia lemah

manusia lemah perlu Tawadhu'


Teaser


Telah bekulah daya juang di hati manusia itu
Mereka leka mengejari kekayaan dan kehidupan yang rutin
Kelapaan orang orang yang baik dan semangat orang orang yang konfius
Hampir hampir menggoncangkan semangat juangku

Mereka melihat daku di musim gugur
Lantaran hangatnya laguku
Kelihatan aku bergembira bersama rakanku si burung camar
Tetapi sebenarnya aku dilahirkan di bumi
Yang dipenuhi jiwa jiwa yang seronok diperhambakan

4.32a.m Malaysia 24 Mac 2014

Demand

adik : ibu .. ibu .. nanti raya adik nak kasut baru, baju baru, tudung baru, jam baru, stokin baru, conclusionnya semua nya baru . tau ibu tau !

ibu : yela yela , kamu nak apa . semua ibu turutkan

kakak : ish kamu ni adik , Demand betul la !

........................................................................................

demand adalah permintaan . kalau ikut Ekonomi Asas . makin tinggi kualiti barang makin tinggi permintaan masyarakat *throwback F5*

menarik kan kalau iman kita seDemand adik , dan kita akan turutkan Demand tu sebagaimana turutnya ibu .

sampai satu saat

sampai satu masa

kita akan mengalami perasaan . . .

perasaan kering

perasaan hati kosong

even ukhty Qowiy datang pon, kita boleh buat don't know

even baru balik Liqo' pon

itu bermakna iman kita menuntut lebih , lebih dari biasa .

tiada limit bagi ketinggian iman itu

keluarkan hati , check Jahiliyah apa lagi yg kita masih buat .

atau apakah kerana dosa dosa kecil yg kita Istiqamahkan ?

..................................................................................

kini, Jahiliyah itu bukan lagi menonton movie berjam jam hingga masa terbuang mahupon mendengar nasyid jiwang jiwang hingga jiwa terbuai tetapi perasaan perasaan yg tak Salim tu .

riak, ujub, cemburu, prasangka buruk dll

 :: Reclaim Your Heart ::

ayuh berMujahadah lebih !!

Mar 5, 2014

Go and Out

SAYA MAU KELUAR DARI TARBIYAH SAJA !!!???

Ustadz, dulu ana merasa semangat dalam dakwah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat ternyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh." Begitu keluh kesah seorang mad'u kepada murabbinya di suatu malam.

Sang murabbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad'unya. "Lalu, apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu?" sahut sang murabbi setelah sesaat termenung.

“Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan perilaku beberapa ikhwah yang justru tidak islami. Juga dengan organisasi dakwah yang ana geluti, kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, ana mendingan sendiri saja..." jawab mad'u itu.

Sang murabbi termenung kembali. Tidak tampak raut terkejut dari roman wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawaban itu memang sudah diketahuinya sejak awal.

"Akhi, bila suatu kali antum naik sebuah kapal mengarungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah amat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang keropos bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang akan antum lakukan untuk tetap sampai pada tujuan?" tanya sang murabbi dengan kiasan bermakna dalam.

Sang mad'u terdiam berpikir. Tak kuasa hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat tepat.

"Apakah antum memilih untuk terjun ke laut dan berenang sampai tujuan?" sang murabbi mencoba memberi opsi.

"Bila antum terjun ke laut, sesaat antum akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasakan kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba. Tapi itu hanya sesaat. Berapa kekuatan antum untuk berenang hingga tujuan? Bagaimana bila ikan hiu datang? Darimana antum mendapat makan dan minum? Bila malam datang, bagaimana antum mengatasi hawa dingin?" serentetan pertanyaan dihamparkan di hadapan sang mad'u.

Tak ayal, sang mad'u menangis tersedu. Tak kuasa rasa hatinya menahan kegundahan sedemikian. Kekecewaannya kadung memuncak, namun sang murabbi yang dihormatinya justru tidak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya.

“Akhi, apakah antum masih merasa bahwa jalan dakwah adalah jalan yang paling utama menuju ridho Allah?" Pertanyaan menohok ini menghujam jiwa sang mad'u. Ia hanya mengangguk.

"Bagaimana bila temyata mobil yang antum kendarai dalam menempuh jalan itu temyata mogok? Antum akan berjalan kaki meninggalkan mobil itu tergeletak di jalan, atau mencoba memperbaikinya?" tanya sang murabbi lagi.

Sang mad'u tetap terdiam dalam sesenggukan tangis perlahannya.

Tiba-tiba ia mengangkat tangannya, "Cukup ustadz, cukup. Ana sadar. Maafkan ana. Ana akan tetap istiqamah. Ana berdakwah bukan untuk mendapat medali kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana diperhatikan..."

"Biarlah yang lain dengan urusan pribadi masing-masing. Ana akan tetap berjalan dalam dakwah ini. Dan hanya Allah saja yang akan membahagiakan ana kelak dengan janji-janji-Nya. Biarlah segala kepedihan yang ana rasakan jadi pelebur dosa-dosa ana", sang mad'u berazzam di hadapan murabbi yang semakin dihormatinya.

Sang murabbi tersenyum. "Akhi, jama'ah ini adalah jama'ah manusia. Mereka adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan. Tapi di balik kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka miliki. Mereka adalah pribadi-pribadi yang menyambut seruan Allah untuk berdakwah. Dengan begitu, mereka sedang berproses menjadi manusia terbaik pilihan Allah."

"Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan mereka, janganlah hal itu mendominasi perasaan antum. Sebagaimana Allah ta'ala menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka, hapuslah kesalahan mereka di mata antum dengan kebaikan-kebaikan mereka terhadap dakwah selama ini. Karena di mata Allah, belum tentu antum lebih baik dari mereka."

"Futur, mundur, kecewa atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidak-sepakatan selalu disikapi dengan jalan itu, maka kapankah dakwah ini dapat berjalan dengan baik?" sambungnya panjang lebar.

"Kita bukan sekedar pengamat yang hanya bisa berkomentar. Atau hanya pandai menuding-nuding sebuah kesalahan. Kalau hanya itu, orang kafirpun bisa melakukannya. Tapi kita adalah da'i. Kita adalah khalifah. Kitalah yang diserahi amanat oleh Allah untuk membenahi masalah-masalah di muka bumi. Bukan hanya mengeksposnya, yang bisa jadi justru semakin memperuncing masalah."

"Jangan sampai, kita seperti menyiram bensin ke sebuah bara api. Bara yang tadinya kecil tak bernilai, bisa menjelma menjadi nyala api yang membakar apa saja. Termasuk kita sendiri!"

Sang mad'u termenung merenungi setiap kalimat murabbinya. Azzamnya memang kembali menguat. Namun ada satu hal tetap bergelayut dihatinya.

"Tapi bagaimana ana bisa memperbaiki organisasi dakwah dengan kapasitas ana yang lemah ini?" sebuah pertanyaan konstruktif akhirnya muncul juga.

"Siapa bilang kapasitas antum lemah? Apakah Allah mewahyukan begitu kepada antum? Semua manusia punya kapasitas yang berbeda. Namun tidak ada yang bisa menilai, bahwa yang satu lebih baik dari yang lain!" sahut sang murabbi.

"Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah taushiah dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang kepada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. Karena peringatan selalu berguna bagi orang beriman. Bila ada sebuah isyu atau gosip, tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan segala ghil (dengki, benci, iri hati) antum terhadap saudara antum sendiri. Dengan itulah, Bilal yang mantan budak hina menemui kemuliaannya."

Suasana dialog itu mulai mencair. Semakin lama, pembicaraan melebar dengan akrabnya. Tak terasa, kokok ayam jantan memecah suasana. Sang mad'u bergegas mengambil wudhu untuk qiyamullail malam itu. Sang murabbi sibuk membangunkan beberapa mad'unya yang lain dari asyik tidurnya.

Malam itu, sang mad'u menyadari kekhilafannya. Ia bertekad untuk tetap berputar bersama jama'ah dalam mengarungi dakwah. Pencerahan diperolehnya. Demikian juga yang diharapkan dari Antum/antunna yang membaca tulisan ini.. Insya Allah kita tetap istiqamah di jalan dakwah ini.. Dalam samudera tarbiyah ini..

Mar 2, 2014

Muntalaq

Da'i Mukmin ..

اجلس بنا نؤمن ساعة


Kita akn sentiasa terdedah dengan dua tarikan :
  • Tarikan iman, niat, himmah, kesedaran dan perasaannya terhadap tanggungjawab.
  • Tarikan syaitan yang menghiaskan futurnya dan menjadikannya cinta kepada dunia. Menyebabkan dia dalam lalai, malas, panjang angan angan dan berlengah lengah untuk belajar apa dia jahili.
Berulang alik antara dua tarikan ini dan ia akan terus berlaku .

Kita harus wajibkan diri kita dengan
  • menghadiri jilsah-jilsah tafakkur.
  • merenung diri.
  • tanasuh (saling nasihat-menasihati).
  • periksa jiwa takut takut dihinggapi takabbur
  • periksa hati takut takut terseleweng
  • periksa ilmu dan iman takut takut bercampur baur
Look around you and try to be the best Ukhty . Don't treat our Ukhty just in system but treat them as our Ukhty in Ukhuwah Fillah <3

Kerana hati itu

ان القلب أسرع تقلبا من القدر اذا استجمعت غليانا
" Sesungguhnya hati lebih cepat berbolak-balik daripada isi periuk yang sedang menggelegak "






Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, "Inilah Tuhanku." Maka ketika bintang itu terbenam dia berkata, "Aku tidak suka kepada yang terbenam."  ** Lalu ketika dia melihat bulan terbit dia berkata, "Inilah Tuhanku." Tetapi ketika bulan itu terbenam dia berkata, "Sungguh jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang orang yang sesat."  ** Kemudian dia melihat matahari terbit, dia berkata, "Inilah Tuhanku, ini lebih besar." Tetapi ketika matahari terbenam dia berkata, "Wahai kaumku! Sungguh, aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan."  ** Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang orang musyrik."

al an'am 76-79

CARILAH TUHANMU ..

Izinkan


nothing to say but hati terasa ingin menulis dan tertarik dengan post APG ..

angelwearsgucci.blogspot.com

:: Jangan pernah bermimpi untuk mendapat Harun peneman setia sepanjang perjalanan yg sentiasa membisikkan ruh ke jiwa selagi mana masih belum berusaha menjadi Musa yang tak leka dengan keindahan sungai nil ::

Mar 1, 2014

Wahai!

" Wahai jiwa yang tenang! * Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang redha dan diredhaiNya * Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu * dan masuklah ke dalam surgaKu "

Hadir lah dengan jiwa yang tenang . When the times come it will be speechless .


Umar Farouq tak kan pernah mengalah kerana punya 

Prinsip
Ukhowi
Thabat
Istajibu
Harithun ala wakt

Kendiri kan! ...

Fursan - Keinsafan Diri

Di saat yang sepi ini,
Ku duduk seorang diri,
Memohon keampunan,
Dari Ilahi..

Bak lautan bergelombang,
Siang malam pagi juga petang,
Mengharapkan ketenangan,
Dari Tuhan yang Esa..

Betapa rimbunnya dosaku,
Semua terlakar di lembah usiaku,
Salah dan silap di masa yang lalu..
Kini ku sesali..

Ku tidak layak ke syurga-Mu,
Namun tak sanggup ke neraka-Mu,
Ku tunduk sujud merendah diri,
Kembali pada-Mu

Ku tetap setia,
Pada-Mu oh Tuhanku,
Akanku patuhi segala,
Suruhan-Mu..

Akanku jauhi...
Segala larangan-Mu,
Itulah tanda cinta...
Cinta Ilahi..

Ku tetap setia...
Pada-Mu oh Tuhanku..
Akanku patuhi segala,
Suruhan-Mu..

Akanku jauhi...
Segala larangan-Mu,
Itulah tanda cinta...
Cinta Ilahi..

Di saat yang sepi ini,
Ku duduk seorang diri,
Memohon keampunan,
Dari Ilahi..


supposed


you can count on me .

one .

two .

three .

maafkan aku yg punya banyak kesalahan dan kelemahan .